Sabtu, 08 Desember 2012

Gua dan MAPALA

(Part 1)

Sejarahnya...
Waktu jadi Mahasiswa Baru, sama sekali nggak kepikiran untuk ikutan Unit Kegiatan Mahasiswa yang satu ini. 
Yang namanya Mahasiswa Baru taunya yaa Kuliah, Belajar, Lulus cepat dan kemudian dapat kerja.
Entah Bagaimana, gua tertarik untuk kegiatan Pecinta Alam. 

Waktu SMP gua sempat ikut Pramuka. SMA gua suka naek gunung.
Tapi gak kebayang kalo pas kuliah jadi serius dalam menapaki hal ini.

Awalnya gua tau MAPALA dari OSPEK Fakultas. Setiap UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Kampus mempresentasikan Profil dari internalnya masing-masing.
Profil Anak-anak mapala cukup menarik buat gua , 
waktu itu gua sempat mengajukan beberapa pertanyaan dan dihadiahi sebuah sticker berlogokan MAPALA.
(Kalo pada penasaran sticker-nya seperti apa, coba liat belakang layar notebook gua)

Gua perhatiin ada abang-abang dan teteh-teteh keren yang bersyal warna ijo dan Biru.
Kalo yang syal ijo udah anggota penuh, istilahnya, udah senior. Yang syal Biru, masih anggota muda.

Abang-abang senior (Syal Ijo)

Yang Syal-nya beda sendiri (Warna Merah)
Menandakan dia Ketua Umum MAPALA.

Gua semakin tertarik dengan mapala setelah ngeliat langsung kegiatan mereka.
Wall Climbing, Mountaineering, Caving, dan masih banyak lagi.
Tapi, 
Pas itu gua baru tertarik, belom kepengen.

Nah, hingga suatu hari , ada teman gua yang ngajakin ikutan daftar jadi anggota Mapala.
Doi termasuk teman baik gua dulu. Teman sejurusan gua, teman maen gua (saat itu).
Sebut saja namanya Beo.

Gua Udah Daftar dan Udah Mantap pengen jadi Calon Anggota.

Kemudian hal mengasalkan terjadi.
Ketika gua udah daftar dan melengkapi persyaratan administrasi, si Beo malah nggak jadi ikutan MAPALA. Doi gak ikutan daftar.

Kesal, jujur waktu itu gua kesal banget.
Tapi,
Saat itu gua memutuskan untuk tetap ikutan meskipun Beo narik diri.

Untungnya, saat itu gua nggak sendiri.
ternyata ada beberapa teman sejurusan gua yang juga ikutan daftar mapala.
Yaah, walaupun waktu itu gua sama mereka belum begitu dekat, minimal, gua gak sendiri lahh...

teman-teman sejurusan gua yang ikutan adalah sebagai berikut :
1. Elma (Ce)
2. Susi (Ce)
3. Henry (Co)
4. Lukman (Co)
5.Bobby (Co)
6. Hairul (Co)

Setelah Melalui berbagai macam Tahap Pelatihan dan Pendakian, Satu-persatu calon anggota gugur.
Mereka gugur bukan karena digagalkan atau di eliminasi oleh anggota mapala senior lainnya, melainkan banyak yang mundur karena  masalah internal keluarga mereka yang tidak mendukung untuk bergabung menjadi anggota mapala.

Banyak isu yang beredar saat itu yang menguji keyakinan setiap calon anggota untuk tetap bertahan.
Di antaranya, isu dimana anggota Mapala dianggap sebagai mahasiswa yang paling lama menyelesaikan study perkuliahannya dan macam-macam gosip yang gak bisa gua sebutkan di sini.
Mungkin itu faktor yang membuat para orangtua khawatir sehingga memberikan warning sejak dini kepada anak-anak mereka.

Tapi,
Dari pandangan gua sendiri, sebenarnya itu tergantung dari diri pribadi masing-masing calon anggota.
Kalau seseorang mampu memfokuskan diri terhadap kedua hal tersebut, kenapa tidak?
Toh ikutan Mapala, kita bisa belajar berorganisasi dan bersosialisasi, ditambah lagi kita bisa ikut serta dalam pelestarian lingkungan sekitar.

Nyinggung dikit masalah dunia pekerjaan, seseorang hanya mengaplikasikan 20% dari ilmu yang dia dapat di bangku perkuliahan, sedangkan sisanya yang 80% merupakan soft skill yang ditempa melalui kegiatan berorganisasi baik di dalam kampus, maupun di luar kampus.

Hal ini kayaknya yang belum sepenuhnya dipahami oleh beberapa orangtua.

Kembali lagi ke topik,
Yang tadinya teman-teman gua berjumlah 6 orang, akhirnya tereduksi menjadi 4. Semuanya cowo, Cewe yang tersisa cuma gua doang.

Elma dan susi gak jadi ikut karena mereka nggak di restui oleh orangtuanya masing-masing.
Gua juga, Tapi gua serada bandel dikit, gua ngerahasiain keikut sertaan gua saat itu.

Diklat...

Saat diklat, yang tersisa adalah 10 orang dari 14 orang calon anggota.
dan saat itu, Gua sendiri cewe yang tersisa.

Calon Anggota awal 

Momen sebelum Pendakian di kediaman Juru Kunci  Gn. Aseupan, Pandegelang
Dengan Sisa calon anggota 10 Orang.
Diklat (Pendidikan dan Latihan) ini merupakan Step akhir menjadi calon anggota dan step awal menuju keanggotaan di Mapala.
Diklat berlangsung selama seminggu dengan Program Diklat Survival, dan Telusur sungai.

Banyak Pelajaran berharga yang gua pelajari saat itu.
Rasanya, Pelajaran-pelajaran berharga tersebut tidak mampu gua tukar dengan apapun.

Belajar untuk Berani, Belajar tentang Kepemimpinan, Solidaritas , Kekeluargaan, Menghargai Alam, Menghargai Makanan, Memaksimalkan segala hal yang bisa dimanfaatkan, Dan yang paling terasa adalah, belajar bertahan hidup.

Ada kutipan menarik yang gua buktikan sendiri ketika pendakian.
"Karakter asli seseorang akan terlihat ketika menaiki gunung secara berkelompok "

Dan benar saja.
Gua kenal pribadi teman-teman gua dari pendakian tersebut.
Dan mereka pun mengenal gua.


Hal yang sangat melelahkan adalah ketika setiap langkah kaki menapaki bagian sisi miring dari bumi.
Namun, Yang menyenangkan adalah ketika tapak kita menyentuh puncak dari sisi miring tersebut. 
Rasanya Menemukan sesuatu yang tidak sederhana.

Dari diklat ini, Gua gak cuma mendapatkan pelajaran berharga.
Gua dapat keluarga baru dan sebuah pengakuan dengan simbol syal Biru.




"To love someone is nothing, to be loved by someone is something, to love someone who loves you is everything."
(@BestQuotesBQ)

Kasta Dalam Cinta-Cintaan


Rabu, 05 Desember 2012



(>o<) Ini Blog Pertama Gua  !!!  (>o<)


Kenalin, nama gua Miftahul Jannah, sering juga disapa Hun atau Emje. Terserah lah mau disangkut-pautin apa dengan Spiderman, yang jelas, gua udah sering denger kata-kata itu.

Well,

Jadi ceritanya gua suka nulis, dulu waktu gua kecil selain bercita-cita pengen jadi Power Ranger Pink, gua juga punya cita-cita lain, yaitu pengen jadi novelis dan budayawan terkenal. 
Tapi sayangnya, pas udah gede, gua GAK JADI kuliah di Jurusan Sastra atau Jurusan Ilmu Budaya, Takdir gua sebenarnya ternyata terlahir untuk jadi Anak TEKNIK!

Kenapa???

Awalnya mungkin ada sedikit faktor Lugu *Luar Biasa Guoblok``Semacam Gak ngerti apa-apa Bin Hopeless gak punya tujuan*, Tapi sebenernya yang paling gede itu adalah faktor keinginan gua yang pengen ngebahagiain Bokap Nyokap dengan cara ngikutin Kata-kata mereka. 

Oke, Fine!!
Gua udah terlanjur "kecemplung"! 
Sekarang gimana caranya gua "berenang" menuju tepian biar gak tenggelam.

Gua Berangkat dari Kampung halaman gua di Bima NTB dan masuk ke Kota yang Namanya, Kota Cilegon, Wilayah Provinsi Banten
Gua akhirnya Kuliah di Sebuah Universitas Negri berkat jasa mbah SNMPTN 2009

Di sini, gua nemu salah satu jurusan yang paling RARE, Aneh, Unik dan paling sering bikin orang awam salah paham tapi jadi sok pinter ngejudge.

Namanya TEKNIK METALURGI

eh, Tunggu!!

Sebelum lu asal nebak apa itu metalurgi, Lu kudu perhatiin satu hal, Bahwa, "Metalurgi itu ilmu yang udah sangat lama dan merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana teknik pengolahan bahan galian (Logam) menjadi barang ekonomis dengan Teknologi yang ada pada saat itu. Jadi, Gak semua yang berhubungan dengan Metalurgi hanya berkutat disekitar kawasan Besi dan Baja aja. Semua jenis Logam kudu-nya dipelajari."

Awal-awal kuliah adalah yang paling kacau! 
Gua nggak ngerti apa-apa tentang jurusan teknik yang satu ini. Efeknya, gua jadi males kuliah. HOMESICK parah mengingat Kota halaman gua jauh dari tempat gua kuliah sekarang. Bayangin, gua jauh-jauh dari NTB ke Cilegon Banten, "mau ngapain ke sini??" tanya Orang-orang yang baru kenal sama gua, dan jujur aja, gua bingung buat ngejawabnya.

Lanjutin yang tadi, Gua jadi Gak Betahan di kosan, bawaannya mewek pengen balik ke kampung. Dan bokap nyokap gak berhenti-berhenti nelfonin dari pagi, siang, sore, malem, adu mewek-mewekan sama gua, bikin gua makin susah lepas dari penyakit sialan yang bernama HOMESICK.

Selama itu, gua gak kenal siapa-siapa. Gak betah dikosan, tapi malah gak pernah kemana-mana. Ibarat kata, di Cilegon yang gua tau cuma kakak gua, ibu kosan, seorang senior dari jurusan yang sama, Kamar kosan gua, warung ibu kosan dan Jamban.
Itu aja! 
Gua Gak tau Dunia udah berubah jadi apa ketika gua berhibernasi di dalam kamar selama beberapa minggu itu.
Dan untungnya, masa-masa itu segera berakhir ketika OSPEK dimulai.

jreeenggggg!!!! gonjreeenggg... gonjreeengggg!!!!

OSPEK COOYYY!

OSPEK, OSPEK, OSPEK, OSPEK, dan OSPEK

Kadang-kadang sering bingung kenapa mesti melalui ospek dulu cuma biar dapat pengakuan dari suatu instansi yang jelas-jelas secara SAH kita udah jadi bagian di dalamnya.

Nah, kalo gua gak jadi mahasiswa, gua gak bakalan tau apa manfaat OSPEK dan berbagaimacam kegiatan pengenalan lainnya. 
Dan kemungkinan besar, sampai tua pun, gua bakal Bad think terhadap segala sesuatu yang berbau OSPEK!!!

Jadi,
setau gua, OSPEK itu GAK ENAK!
OSPEK itu kumpulan kegiatan yang "Katanya" Nyenengin padahal Nyatanya NYENGSARAIN!!!

SENGSARA gimana?

Dateng-dateng langsung disuruh push up, padahal lu gak ngerti punya salah apaan. Belum lagi kostum konyol yang WAJIB lu pake ketika datang ke kampus.
Bersyukur klo tempat tinggal deket kampus, menanggung malunya gak seberapa kalo di bandingkan dengan yang datang dari jauh.

Ketika masa awal-awal ospek, perasaan gua masih dalam keadaan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kebayang dong, abis keluar "kandang" berminggu-minggu dan kemudian begitu keluar langsung berhadapan dengan orang-orang baru.
Perasaan Cupu gua saat itu Tajam banget, bray!
Ditambah lagi, gua notabene orang timur. 
Dalam pikiran gua, bisa nggak ya gua yang orang kampung ini menjadi bagian dari orang-orang ini?

Nahh, dari situ dah, kemana-mana Bawaannye gak pedean, ngeliat orang kayak ngeliat setan.
Kalo Jalan di keramaian gua cuma bisa nunduk, tatap-tatapan sama aspal jalan.  
Tapi, anehnya gua pengen dilihat, gua pengen diperhatikan dan membuat orang-orang tau, Bahwa Gua ada.

Gua harus tunjukin kalo gua eksis!
Dengan begitu orang-orang akan tau gua ada.
Tapi bagaimana caranya menjadi "Eksis"???

Gak lama Kemudian, MUNCUL-Lah gagasan FREAK nan KONYOL dalam ubun-ubun otak gua yang paling dalam,

"Gua Harus Aktif nih!!" kata otak gua saat itu
"Gua mesti rajin ngasih pertanyaan sama narasumber. Biar gua keliatan Kritis!!"
Sebodo amat dengan pertanyaan itu mau gak penting kek , gak berbobot kek atau enggak sama sekali, yang penting nanya.

Nah, untuk kali ini, gua sedikit salah perhitungan.
Yang tadinya mau keliatan eksis, malah jadi kegagalan yang sangat besar gara-gara masalah krisis kepedean akut yang ternyata belom sembuh-sembuh.

Nervous gua berlebihan, mulut gua jadi gak singkron sama otak!
Hasilnya, Ketika mengajukan sebuah pertanyaan, Gua GAGAP!
dan hasil selanjutnya bisa ditebak, orang-orang jadi gak interest.

Yak,
Gua eksis,
tapi sebentar doang, abis itu udahan. Gua kapok nanya-nanya lagi.

hahahaa

Demikian salah satu cerita pengalaman "ngeri" gua waktu ospek fakultas.
Masih banyak cerita tentang OSPEK2 lain (Maklum masuk jadi mahasiswa teknik OSPEKnya Berlapis-lapis) yang belom gua singgung.
Berhubung Udah malem
tangan gua pusing dan otak gua pegel, Gua mesti istirahat dulu, bray.

Sampai ketemu di entri selanjutnya, Selamat Malam!
(06-12-2012 : 2.02 WIB)